Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Selasa, 29 September 2009

TPM #44: Pillar ke 6, Pengertian pada Process Control & Process Capability

TPM #44: PILAR ke 6, Quality Maintenance System ‘Hinshitsu Hozen’

Bagian 8: Process Control & Process Capability


Bahasan mendalam untuk Process Control dan Process Capability, insya Alloh akan kami bahas lebih detail nanti pada bab “SPC & Control Chart”. Namun tidak ada salahnya melengkapi tulisan Pilar ke 6 ini dengan sedikit membuka tentang apa itu Process Control dan Process Capability.


Untuk mengevaluasi KEMAMPUAN (Capability) suatu proses, yang pertama harus diingat adalah bahwa STATISTICAL CONTROL dapat mendeteksi adanya terjadinya Penyimpangan (variasi). Index dari Kemampuan Proses menjadi mubazir apabila data yang diperoleh bukan dari pengendalian proses (Proses yang telah dikendalikan). Sebab PROCESS CAPABILITY adalah PREDIKSI dan PREDIKSI akan berarti (ketepatan) apabila SESUATU itu STABIL, VARIASI yang terkendali (dapat dikendalikan).


SPC (Statistical Process Control) dan Penilaian Kemampuan suatu proses adalah BERBEDA, tetapi digunakan bersamaan untuk tujuan pengendalian MUTU dan Improvement.

  • Dengan mengimplementasikan SPC bukan berarti mutu produk akan menghasilkan sesuai specifikasi
  • Hanya dengan menerapkan kedua-duanya-lah.. maka Variasi dan Pengendalian itu dapat terbaca.
  • SPC dan Capability Process adalah bekerja dengan berbeda Control Limit.

SPC digunakan untuk menilai dan mencermati apakah hasil suatu proses itu dalam batas kendali (Control Limit?). Sementara Capability Process Assesment didasarkan pada PENETAPAN, bahwa proses benar-benar tunduk dan mentaati panduan Specification (Specification Limit?).

Dengan menghilangkan penyebab, maka proses dapat terkendali dan terbaca dalam SPC. Sesuatu yang ada dalam kendali, mungkin saja tidak mampu menghasilan specifikasi yang diharapkan, untuk itulah diperlukan pembacaan dalam Capability Process Control (Specification Control Limit).


Pada Kondisi #1, Process benar-benar dalam kendali suatu masalah. Maka improvement yang harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab dari masalah tersebut, sehingga Proses benar-benar dalam kendali yaitu pada Kondisi #2. Dimana tidak adanya penyebab khusus dan grafik (trend) menjadi distribusi normal dan selalu konstan dari waktu ke waktu. Bila distribusi (penyebaran) variasi itu kecil dibandingkan dengan tolerasi proses, maka proses benar-benar mampu menghasilkan produk sesuai mutu dan dalam kendali, yaitu seperti pada Kondisi #3. Apabila grafik penyebaran yang terjadi ada ditengah dan penyimpangan yang sangat kecil dibawah toleransi mutu dan specifikasi, berulang dan terus, maka dapat disimpulkan bahwa proses benar-benar dalam kendali dan mampu menghasilkan pengulangan (konsistensi) atas mutu (Under-control, Capable dan Centred).

Yang perlu dipahami dan dicampkan adalah bahwa INDEK CAPABILITY adalah perbandingan ANTARA: CUSTOMER SPECIFICATION dengan ACTUAL PERFORMANCE. Atau lebih sederhananya disebutkan: APA yang SAYA INGINKAN berbanding dengan APA yang SAYA CAPAI????

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar