Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Senin, 07 September 2009

TPM #40: Pillar ke 6, House of Quality alat dari QFD (Quality Function Deployment)

TPM #38: PILAR ke 6, Quality Maintenance System ‘Hinshitsu Hozen’

Bagian 4: House of Quality & Quality Function Deployment


House of Quality adalah salah satu alat dalam Quality Function Deployment. Sedangkan Quality Function Deployment (QFD) adalah penyebaran fungsi-fungsi mutu dengan metoda terstruktur dimana persyaratan pelanggan diwujudkan menjadi persyaratan teknis yang sesuai untuk setiap tahap pengembangan produk dan produksi.

Sejarah singkat QFD:

  • 1960, Yoji Akao conceptualized QFD
  • 1970, Most Japanese design used QFD approach
  • 1972, Mitsubishi Heavy Industry implemented (Ship tanker)
  • 1972, 1st QFD published
  • 1978, 1st QFD book was publish in Japanese
  • 1983, 1st QFD book was publish in North America
  • 1994, QFD institute was formed

QFD adalah:

  • Teknik qualitas untuk mengevaluasi dan menganalisa ide design
  • Menjamin bahwa design dapat dicoba dan direalisasikan
  • Mengambarkan kebutuhan pelanggan secara jelas
  • Mendokumentasikan proses design, sehingga pencapaian hasil kerja dapat diukur
  • Mudah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan performa design
  • Membaca dampak negatif dan positif
  • Ketepatan dalam mencapai pemenuhan standar pelanggan

QFD adalah mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan pelanggan, mutu yang dikendalikan atas pemikiran + physiology + pengetahuan, memaksimumkan peran mutu sebagai nilai tambah bagi pelanggan, memberikan kepuasan bagi pelanggan dan strategi untuk memenangkan produk penjualan di Pasar.


Quality Function Deployment dikembangkan melalui pendekatan hubungan personal (pelanggan) pada kegiatan manufacturing dan bisnis. QFD menghubungkan antara Design, Development, Engineering, Manufacturing dan Service Function (Sales & Marketing).


Cycle dari QFD:

· Menterjemahkan input dari pelanggan dan analisa pesaing kedalam unsur rancangan produk

· Menterjemahkan fitur-fitur produk kedalam spesifikasi dan ukurannya

· Menterjemahkan spesifikasi dan ukuran besaran kedalam fitur-fitur rancangan proses

· Menterjemahkan fitur-fitur rancangan proses kedalam spesifikasi dan ukuran kinerja proses


Alat-alat lain dalam QFD adalah 7 Quality Tools (Check sheet, Control chart, Flow chart, Histogram, Fish bone - cause & effect diagram, Pareto chart dan Scatter diagram) ~ SPC Tools ~ Statistical Process Control.


Dalam perkembangannya 7 Quality Tools diperbaharuhi menjadi: Relations Diagram, Affinity Diagram, Systematic Diagram, Matrix Diagram, Matrix Data Analysis, Process Decission Program Chart (PDPC) dan Arrow Diagram. Alat-alat ini dikembangkan oleh Masao Kogure dan Yoji Akao ditahun 80-an.


Langkah dalam membuat House of Quality:



Persyaratan atau Kebutuhan Pelanggan adalah berdasar pada Voice of Customer (WHAT):

· Performance, Use ability, Attractive

· Benar-benar mengekspresikan ‘bahasa pembeli’

· Brainstorming

· Bersifat: qualitatif, ambisius, tidak utuh, tidak konsisten, samar-samar

· Segmentasi

· Kalibrasi dan qualitatif

· Mendengar langsung

· Scoring : 9 = Excellence; 1 = Not acceptable


Planning Matrix = Evaluasi kompetisi adalah didasarkan pada prioritas kebutuhan pelanggan (WHY):

· Kompetisi dan kompetitor ada diposisi mana?

· Pendapat pelanggan pada design produk

· Pendapat pelanggan tentang kompetitor pada aspek yang sama

· Terukur untuk menentukan posisi (positioning)

· Mengidentifikasikan terjadinya gaps

· Scoring: 9 = Excellence; 1 = No need


Persyaratan Teknik Design & Engineering berdasar atas Voice of Designer or Engineer (HOW) :

· Menjawab kebutuhan pelanggan

· Opsi dan menu pilihan

· Harus dapat diukur

· Flexibility

· Bagaimana kapabilitas proses yang ada?

· Bagaimana kapabilitas RM dan supply yang ada?


Matrix Relationship yaitu Apa hubungan WHAT vs HOW ??:

  • Apakah HOW memuaskan WHAT?
  • Semakin kuat semakin bagus
  • Lakukan pemeriksaan dan analisa hubungan yang ada
  • Scoring : 5 = Strong; 1 = Weak

Pada Atap (Roof relationship) adalah Apakah masing-masing ‘HOW’ saling berhubungan atau bertentangan :

· Bagaimana memperbaiki hubungan kedua ‘HOW’

· Pertahankan keuntungan (Strong)

· Membuat solusi dan alternatif pada hubungan negatif

· Positif, Negatif atau tidak berhubungan


Target yang akan dicapai adalah Seberapa besar nilai ‘HOW’?:

· Bagaimana tingkat kesulitannya?

· Apakah memberikan nilai kompetitif dan nilai tambah bagi pelanggan?

· Apakah ada konflik design dengan pelanggan?

· Bagimana kira-kira dampaknya?

· Bagaimana posisi kompetitor anda?

· Apakah akan menang dalam persaing?

· Apa solusinya? Alternatifnya?

· Apakah harganya terjangkau?

· Segementasi?



Sistimatik berfikir dalam QFD adalah:

  1. Benar-benar memahami apa kebutuhan pelanggan?
  2. Nilai apa yang diharapkan oleh pelanggan?
  3. Melakukan analisa, bagaimana bersikap dan memenuhi harapan kepuasan pelanggan?
  4. Mengerti apa yang menjadi pilihan, keinginan, kebutuhan, harapan atau yang disukai pelanggan?
  5. Memutuskan fungsi dan bagaimana produk akan dibuat untuk pelanggan?
  6. Menentukan level seperti apa yang akan diterima oleh pelanggan?
  7. Menghubungkan seluruh fungsi untuk menghasilkan produk yang bernilai bagi pelanggan: Design, Development, Engineering, Manufacturing dan Service Function (Sales & Marketing).
  8. Menerapkan DFSS (design for six sigma) dengan mengunakan ‘Voice of Customer’ dalam perencanaan produk, mesin dan proses manufacturing.


QFD membantu perusahaan menterjemahkan apa yang diinginkan pelanggan baik yang diungkapkan maupun yang tidak tersirat diharapkan akan dinikmati oleh pelanggan yang membeli produk kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar