Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Selasa, 26 Mei 2009

TPM #3: “8 Hal pokok dalam SMED”

TPM #3: Pilar ke-1: Fokus pada Workplace Continues Improvement

Bagian 1: “8 Hal pokok dalam SMED”



“Pilar ke-1: Melakukan perbaikan dan penghapusan pemborosan mulai dari Tempat dimana Anda bekerja yang berkenaan dengan Pemborosan ~ MUDA. Itulah dasar dari LEAN Manufacturing dan Total Productive Maintenance. Apakah Anda seorang Sales-man? Atau Operator produksi? Semua sama-sama bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing di Pasar dan di hadapan Pelanggan.”


6S yaitu mengorganisasikan tempat kerja sehingga menjadi produktif, efektif sumber daya dan biaya rendah tetapi selalu mengedepankan mutu bagi Pelanggan. [6S dan MUDA telah kita bahas pada beberapa bulan yang lalu].


Bahasan kedepan adalah fokus pada menghilangkan waktu tunggu saat change over/downtime/ speed losses, meningkatkan OEE dan Poka-Yoke.

SMED (SINGLE MINUTES EXCHANGE DIE)

Pada tahun 1950, Dr. Shigeo Shingo melakukan improvement di Toyo Kogyo's Mazda Plant pada mesin Moulding Press. Yang dilakukan adalah membuat Dies dan Tools menjadi mudah dirakit, pergerakan alat kerja dan operator yang lebih ringkas. Dengan improvement tersebut mampu mempercepat proses set up dan change over dari 4 jam menjadi 1.5 jam.


Dr. Shigeo Shingo menegaskan 8 hal penting dalam buku ‘Single Minutes Exchange Die’:

  1. Seorang Manajer Produksi sudah seharusnya memiliki strategi untuk dapat memproduksi barang dengan lebih cepat ke tanggan pelanggan, mengantisipasi naik turunnya permintaan dan menghilangkan kendala proses dan kerusakan terhadap mutu barang.
  2. Secara konstruktif dan sistimatik dalam menghapuskan segala pemborosan ditempat kerja sehingga dapat dijamin kelangsungannya (sustainability). Sehingga daya saing dalam biaya selalu mejadi prioritas.
  3. Selalu mengukur kinerja proses dengan mengevaluasi Value-add dan Non-value Add.
  4. Memproduksi barang hanya yang benar-benar diinginkan pelanggan dan bisa dilaku jual (aspek Penjualan dan pembayaran) dengan CEPAT. Hal ini sangat terkait dengan berkurangnya Inventory, Cash Flow yang lebih sehat karena turunya Holding stock dan perputaran Working Capital lebih cepat (~ turunnya days cover).
  5. Set up dan Change Over harus terbebas dari kerusakan produk dan rendah pemborosan, dilakukan dengan cepat dan mengahasilkan keandalan terhadap MUTU.
  6. Mengimplementasikan SMED (single minutes exchange dies) dan OTED (one touch exchange dies)
  7. Menciptakan cara agar proses mampu memproduksi lot batch dengan size sekecil-kecilnya dengan waktu cepat dan rendah pemborosan (waste & defect).
  8. Jika tidak mampu mengetahui bagaimana sistem dan proses Anda bekerja, maka Proses produksi Anda sebenarnya masih dapat disederhanakan dan dihemat (cut cost).

Penerapan SMED akan menghasilkan aktivitas Changeover semakin cepat, dan ini akan memberikan keuntungan:

  1. Meningkatkan jumlah waktu kerja efektif, artinya akan memberikan output yang lebih banyak. Dengan meningkatnya waktu kerja efektif, maka memberikan dampak flexibilitas untuk memproses order dari customer dan lebih responsive. Semakin responsif dan flexible akan memudahkan bagi department perencanaan untuk lebih focus dan meniadakan Slow moving pada Raw materials dan Finished goods.
  2. Meningkatkan kemampuan dan flexibilitas proses manufacturing pada berbagai tipe produk maupun ukuran (batch size, hingga terkecil).
  3. Stock WIP yang berkurang karena meningkatnya kecepatan dalam penyerahan produk akan berdampak positif bagi Cash Flow Perusahaan dan Capital Turn-over (Modal kerja).
  4. Meningkatnya produktivitas, mutu dan keselamatan kerja:
  • Mengingkatnya performa OEE, jumlah jam kerja efektif meningkat dan produktivitas meningkat.
  • Menghilangkan kesalahan pada saat set-up dan start up, artinya didapati penurunan pada kerusakan produk. ’Do it right at the first time ~ right 1st time’.
  • Kemudahan pada saat set-up dan change over memberikan dampak keamanan dan keselamatan kerja bagi para operator, sekaligus memotivasi untuk menghasilkan produk lebih banyak lagi.
  • Penerapan 6S pada Sort + Set in order + Shine memberikan dampak kesiapan akan alat kerja, sehingga kecepatan set-up lebih singkat dan Biaya rendah bagi kegiatan Set-up dan Changeover produk
  • Kemudahan bagi pekerja artinya motivasi kerja meningkat, hasil bertambah dan mutu terjamin.
  • Skill dan kompentensi operator diperlukan, namun akan menjadi semakin mudah, karena proses yang distandarkan, alat kerja yang mudah dirakitnya dan sederhana dalam pengoperasiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar