Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Follow me for TWITTER @TuLIPBerhasil

Selasa, 07 Juli 2009

TPM #14: Apa itu Jishu Hozen?

TPM #14: Pilar ke-2: Autonomous Maintenance [JISHU HOZEN, KOBETSU KAIZEN]

Bagian 1: “Apa itu Jishu Hozen?”

Pilar ke 2 dari TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE adalah Autonomous Maintenance. Dan Autonomous Maintenance adalah bagian dari TPM.


Pilar ini menegaskan bahwa peran seorang operator harus mampu melakukan operasi mesin yang aman, handal dan terpelihara. Artinya, aktivitas preventive maintenance harian dan ringan dilakukannya, agar mesin selalu siap bekerja untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi tuntutan target produksi.


Sering kali kita temukan konflik antara Operator dan pihak Maintenance (Paham TRADITIONAL) :

Ø OPERATOR è Saya mengoperasikan dan petugas maintenance yang melakukan perbaikan dan perawatan.

Ø MAINTENANCE è Saya perbaiki dan Kalian yang merusak. Anda keluhkan, Kami perbaiki dan design ulang.

Ø ENGINEERING è Saya designkan, dan Anda Operasikan dengan baik dan benar.


Semua peran dalam TPM adalah Penting.

  • ENGINEERING è Dalam melakukan design mesin dan alat kerja harus didasarkan pada kemudahan operasi, biaya maintenance rendah dan hasil kerja yang prima bagi kualitas.
  • MAINTENANCE è Melakukan aktivitas Preventive Maintenance sesuai schedule dan menjamin bahwa mesin yang diperbaiki akan memiliki umur panjang dan pasti menghasilkan produk yang berkualitas.
  • OPERATOR è Memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat (seperti miliknya sendiri), melakukan perawatan harian, membersihkan hingga mengkilap (bebas debu, kotoran dan kebocoran) dan selalu memberitahukan bila ada sesuatu yang menyimpang dan perlu diperbaiki, ditangani dengan segera sebelum proses berhenti dan menghasilak produk rusak.


Kemampuan seorang operator tidak lagi hanya memproduksi barang berkualitas tetapi juga menjaga alat kerjanya mampu memproduksi barang berkualitas dan berumur panjang.


ü Kemampuan mengukur terjadinya kemunduran produktivitas akibat keausan mesin (Measure Deterioration)

o Melakukan pemeriksaan harian

o Melakukan pemeriksaan berkala

o Memeriksa keadaan pada saat mesin bekerja (apakah terjadi keausan?)

ü Kemampuan mempertahankan mesin untuk tetap produktif dan berumur panjang (Preventing Deterioration)

o Kemampuan memanajemeni tugas pekerjaannya dengan baik

o Melakukan tugas pembersihan, pelumasan dan pengencangan bagian kendor

o Melakukan perbaikan dan penyesuaian/penyetelan ringan

o Mencatat dan melaporkan penyimpangan kondisi mesin (ancaman breakdown dan produk reject)

o Melakukan dan mengusulkan perbaikan performa kerja

ü Mampu mengembalikan mesin menjadi kondisi prima seperti sedia kala (Restore Basic Condition)

o Mengetahui penyimpangan dan melakukan tindakan perbaikan atau melaporkannya

o Mampu membedakan kondisi NORMAL dan kondisi TIDAK Normal

o Melakukan tindakan perbaikan untuk tetap menjaga kondisi mesin prima seperti kondisi awal (baru)

Hal penting yang harus selalu terjawab:

Ø Bila tidak tahu maka berikan pelatihan, sebab kurangnya pengetahuan

Ø Mengetahui tetapi tidak tahu bagaimana harus berbuat maka berikan pelatihan dan yakinkan untuk berbuat

Ø Memahami tentang bagaimana bertindak tetapi tidak tahu mana yang benar maka berikan latihan praktek dan uji kemampuannya

Ø Mampu melakukan pekerjaan dan tugas maka binalah dan tumbuhkan untuk menjadi lebih berpengalaman

Ø Mampu menjadi pengajar dan membimbing pekerja lain, inilah Operator yang mumpuni dan diharapkan ada disetiap lini kerja


Rincian tugas dan tanggung jawab Operator dalam implementasi TPM:

Level #1:

Operator yang mampu mendeteksi masalah dan mengerti prinsip-prinsip dan prosedur kerja mesin. Bahkan mampu melakukan improvement pada pekerjaannya.

1. Kemampuan untuk mendeteksi ketidak normalan proses dan kinerja mesin

Ø Suara berisik

Ø Tetesan, bocoran, rembesan pelumas

Ø Percikan api

Ø Getaran berlebihan

Ø Panas dan kepulan asap

Ø Mengembun dan gumpalan es (frozen)

Ø Bau kebakar atau busuk

2. Mengerti pentingnya pelumasan, jeni pelumas, masa pemakaian, memeriksa dan mengontrolnya.

3. Mengerti cara membersihkan mesin dan memiliki pengatahuan bagaimana membersihkan yang benar sehingga mesin selalu dalam keadaan bersih dan siap beroperasi.

4. Kemampuan mengidentifikasikan gejala, penyimpangan dan keganjilan pada mesin. Dia mampu mengajukan proposal perbaikan dan improvement.


Level #2:

Operator mampu mengetahui fungsi dasar dan struktur mesin serta hubungannya dengan memproduksi barang yang berkualitas. Sehingga mesin selalu dalam keadaan standard.

1. Kemampuan untuk membedakan kondisi normal dan kondisi adanya penyimpangan, serta mampu melakukan observasi mengapa terjadi penyimpangan.

2. Kemampuan mempresentasikan hubungan antara sebab-akibat pada ketidak normalan mesin terhadap mutu produk dan kemungkinan kerusakan mesin

3. Memahami bagaimana mekanisme pemeriksaan alat dan mesin. Mampu mengungkap fenomena gejala-gejala kerusakan mesin sehingga dapat melakukan tindakan atau melaporkan untuk tindakan pencegahan.

4. Mampu membersihkan mesin sekaligus memeriksa kondisi mesin, sehingga performa kerja selalu terjaga produktif.

5. Kemampuan mendiagnosa kondisi mesin bila terjadi penyimpangan dan segera bertindak melakukan perbaikan atau melaporkannya.

6. Mampu melakukan pengukuran ’Clerance’ pada level statis dan dinamis.


Level #3:

Operator mampu memanajemi alat kerja dan mesin. Mampu memberikan usulan bagi perbaikan dan peningkatan kinerja produksi. Mampu menurunkan biaya pemakaian bahan baku, biaya perawatan dan mengoperasikan beberapa mesin kerja (Multi skill).

1. Mampu melakukan pengukuran kinerja dan menjaga mesin dalam kondisi prima.

2. Mampu menganti komponen mesin (minor).

3. Mampu memberikan penilaian umur komponen (parts).

4. Mampu mengungkap akar masalah kerusakan mesin (breakdown/downtime).

5. Mampu mencegah terjadinya kerusakan produk dan mesin.

6. Mampu mendampingi pihak maintenance, membantu perbaikan mesin, memberikan usulan bagi perbaikan dan improvement kinerja mesin.


Target Autonomous maintenance adalah terkait dengan turunnya biaya maintenance, pemakaian consumable parts, lubrikasi dan meningkatnya nilai OEE yang diperoleh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar